Minggu, 10 Februari 2019

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk - bentuk permukaan bumi (morfologi, bentang
alam).
Klasifikasi Bentang Alam
Bentang alam diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria yang paling umum diterapkan
adalah dominasi genesa, luasan pembentukan, dan kekhasan yang terekam pada bentang alam yang
bersangkutan.
BENTANG ALAM FLUVIAL
Bentang alam fluvial adalah bentang alam yang dihasilkan oleh aktivitas air (sungai) yang mengalir.
Bentang alam ini dapat terjadi karena proses erosi, transportasi maupun sedimentasi yang dilakukan
air permukaan.
Beberapa istilah dari bentuk-bentuk bentang alam pada aliran sungai:
a. Floodplain (dataran limpahan banjir): wilayah yang ditempati air pada saat sungai melimpah.
b. Natural levee: pematang yang ditempati oleh endapan pada saat banjir.
c. Meander: bentuk lekukan/lengkungan dari sungai.
d. Cutbank: hasil erosi di sisi luar meander yang aktif tererosi.
e. Point bar: bentuk hasil pengendapan di bagian sisi dalam meander yang tenang.
f. Meander belt: jalur didalam limpahan sungai yang terdiri dari beberapa meander.
g. Cutoff: pemotongan dari meander akibat perubahan aliran.
h. Oxbow lake: bentuk genangan dari meander yang sebelumnya pernah ada, kemudian
terpotong karena adanya sedimentasi, hingga terisolasi menjadi sebuah danau.
i. Yazoo stream: bentuk atau jejak dari aliran dari cabang sungai akibat levee yang sudah
terlalu tinggi dari limpahan yang lebar.
j. Stream terrace: bentuk tangga diatas tingkat dataran limpah banjir yang terbentuk terakhir.


Pola Aliran
Beberapa bentuk pola aliran antara lain adalah:
a. Dendritik: mempunyai pola seperti ranting pohon dimana anak sungai bermuara ke sungai
utama pada sudut yang tajam, menunjukkan batuan yang homogen terdiri dari batuan
sedimen yang lunak atau vulkanik.
b. Rectangular: arah anak sungai dan hubungan dengan sungai utama dikontrol oleh
joint/fracture (kekar‐ kekar/rekahan) umumnya terdapat pada batuan yang rigid.
c. Angulate: mempunyai anak sungai yang pendek‐pendek, sejajar, anak sungai dikontrol oleh
sifat seperti batupasir atau gamping yang mempunyai pola kekar paralel.



d. Trellis: mempunyai anak‐anak sungai yang pendek‐pendek sejajar, pola ini lebih
menunjukkan struktur dari pada jenis batuannya sendiri, umumnya terdapat pada daerah
batuan sedimen yang mempunyai kemiringan atau terlipat-lipat, serta adanya perselingan
antara batuan yang lunak dan keras dimana sungai utama umumnya dikontrol oleh adanya
sesar atau rekahan‐rekahan.
e. Paralel: terbentuk pada permukaan yang mempunyai kemiringan yang seragam. Sudut anak
sungai dengan sungai utama hampir sama, sungai utama umumnya dikontrol oleh sesar atau
rekahan‐rekahan.
f. Radial: aliran sungai‐sungai menyebar dari puncak yang lebih tinggi. Umumnya terdapat
pada puncak gunung atau bukit‐bukit. Disebut radial sentripetal ketika sungai menuju
kesatu arah di tengah, umumnya menunjukkan adanya depresi atau cekungan. Radial
sentrifugal menuju arah luar, biasanya pada bukit.
g. Multi-basinal: terbentuk karena sungai yang mengalir pada daerah karst, melarutkan
batugamping, sehingga membentuk lubang-lubang.

[2]

BENTANG ALAM STRUKTURAL
Bentang alam struktural merupakan bentang alam yang dikontrol oleh struktur geologi. Biasanya
bentang alam struktural dikontrol oleh sesar dan lipatan. Beberapa indikasi bentang alam yang di
kontrol sesar antara lain:
a. Beda tinggi yang mencolok
b. Munculnya gawir yang lurus
c. Resistensi batuan yang beda pada elevasi yang sama
d. Batas curam bukit dan daratan
e. Kelurusan sungai atau membelok dengan tiba - tiba



f. Pola penyaluran rectangular, trellis, dan contorted
g. Munculnya triangular facet
Batuan sedimen yang memiliki resistensi tinggi (cth: batupasir, konglomerat) akan membentuk
topografi tinggi dan yang resistansinya rendah (cth: batulempung, serpih) akan membentuk
topografi rendah. Tepian yang terangkat dari lapisan yang resisten akan membentuk punggungan
jurus (strike ridges) berupa Hogback atau Cuesta. Lembah diantara lapisan batupasir akan
membentuk lembah jurus (strike valley) yang dialiri oleh aliran sejajar jurus (strike stream).



Punggungan batupasir akan terdiri dari dip slope yang sejajar lapisan atas dan scarp slope (back
slope) yang berlawanan dengan kemiringan. Punggungan ini di Pegunungan. kedua sisi akan dialiri
oleh ”consequent stream” (dip stream) dan aliran yang lebih pendek yaitu ”scarp stream”
(obsequent stream). Keduanya mengalir pada ”strike stream” atau ”subsequent stream”.



Topografi Perlapisan Mendatar
Ekspresi topografi dari perlapisan batuan, termasuk batuan sedimen dan volkanik dapat membentuk
topografi dan pola aliran yang karakteristik, yang dipengaruhi oleh sifat litologi dan strukturnya.
Perlapisan mendatar yang terangkat mempunyai ciri relief datar yang terbatas (plateau) yang
dipotong oleh lembah besar dan curam. Batuan tertua tersingkap pada dasar lembah.
Erosi dari dataran tinggi (plato) ini akan menyisakan bentuk dataran tinggi yang kecil berbentuk meja
yang disebut mesa dan bukit terisolasi yang disebut butte. Singkapan dari batuan yang resistan akan



membentuk lereng terjal mengitari butte dan mesa, sedangkan batuan yang tak resistan akan
membentuk lereng landai dengan endapan talus. Pola aliran yang ada umumnya dendritik atau
random karena tak ada kontrol struktur.



Topografi Perlipatan
Topografi perlipatan bervariasi terhadap geometri lipatan. Topografi dari lapisan yang tak menunjam
akan mirip dengan perlapisan miring. Punggungan jurus dari lipatan yang menunjam akan terpotong
dengan bentuk lembah V.



Topografi Kubah
Punggungan jurus dari kubah dan cekungan berbentuk melingkar atau elips dan konsentris
mengelilingi pusat struktur.




Flatiron adalah bentukan segitiga pada sisi bukit karena tingkat erosi yang berbeda-beda pada bukit,
berbentuk seperti berbaris menyerupai setrika.


BENTANG ALAM EOLIAN
Bentang alam eolian adalah bentang alam yang terbentuk oleh angin, terbentuk pada bagian
permukaan bumi yang terbatas, yaitu lintang menengah. Faktor yang menyebabkan bentang alam
eolian antara lain:
a. Angin yang berhembus kuat sepanjang tahun
b. Pasokan pasir ada terus menerus
c. Vegetasi yang jarang
Bentukan morfologi bentang alam eolian antara lain :
a. Transversal dunes
b. Barchan dunes
c. Parabollic dunes
d. Seif
e. Star dunes
f. Longitudinal dunes


Tidak ada komentar:

Posting Komentar